BRANDAL LOKAJAYA



JIKA SYURGA TAK PERNAH ADA

OLEH MOORIE

Ups. Jangan heran dan berdecak kagum membaca untaian kalimat di atas. Itu bukan puisi buatanku. Mana bisa seorang Hendri merangkai kata seindah dan bermakna dalam seperti itu hehe ... Kalau aku mengatakan sebuah nama: Chrisye dan Ahmad Dhani, aku yakin teman-teman bisa menebak rangkaian apakah kata-kata itu. Yap ... benar sekali. Itu adalah lirik dari lagu "Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada". Sebuah lagu karya Ahmad Dhani yang akhir-akhir ini aku rasakan 'mengganggu' dan berbicara terus di telingaku.

Aku sebenarnya sudah agak lupa di mana pertama kali aku dengar lagu itu. Tapi  saat pertama kali saya mendengar lagu itu dilantunkan dan musiknya menerobos indera pendengaranku, perhatianku langsung tersita seketika. Selain karena perpaduan nada-nada yang direkonstruksi menjadi sebuah musik yang syahdu, kemudian karena penyanyinya adalah salah satu favorit saya: Chrisye, juga teristimewa karena kata-kata yang teringkus dalam lirik yang mampu membuat aku merinding.

 Sebuah perenungan yang menggangguku akhir-akhir ini saat aku serius memikirkan makna lirik lagu tersebut. Seandainya memang tidak ada Surga dan Neraka, apakah kehidupanku akan sama seperti sekarang ini?

Banyak orang saat ditanya, kenapa mereka memeluk sebuah agama serta taat melaksanakan perintah dan ajaran dari Sang Junjungan mereka, mayoritas akan menjawab: supaya amal kita banyak dan bekal untuk masuk ke surga. Tidak heran ada pemikiran kalau kita hidup semakin baik dan saleh, maka tempat kita di kehidupan abadi adalah surga. Demikian juga sebaliknya, semakin tidak karuan hidup kita, semakin bejat tingkah laku kita, semakin jahat perbuatan kita, maka akan diasumsikan bahwa tempat bagi kelompok ini adalah neraka.

 Bukan aku meragukan akan adanya kedua tempat tersebut. Bukan pula aku mulai tergoda untuk menjadi Ateis dan mulai mempengaruhi teman-teman dengan menulis posting seperti ini. BUKAN. Aku percaya kedua tempat itu ada dan memang tersedia untuk kehidupan abadi kita semua. Tetapi akal dan logikaku berputar-putar dan iseng menantang diriku, kalau benar seandainya Surga dan Neraka itu memang tidak ada, apakah aku akan tetap hidup seperti saat ini?

 Apakah setiap minggu aku masih tetap ke gereja? Apakah saat makan, bangun dan mau tidur aku tetap berdoa? Apakah aku masih membaca kitab suci, meskipun jarang? Apakah aku tetap menolak saat ada ajakan teman untuk berbuat curang? Apakah aku tetap pada pendirianku untuk tidak ikut-ikutan narkoba, judi, serta mabuk-mabukan? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku yang intinya kalau diterjemahkan adalah sekelompok perilaku yang diarahkan supaya nantinya aku bisa masuk ke Surga. Masihkah aku hidup seperti itu.



                                                                Rabiah Al-Adawiyah

Kau bermaksiat kepada Tuhan  Tetapi (kau mengungkapkan cinta Hal ini dalam ukuran sungguh mengherankan Andai cintamu benar  Niscaya kau menjadi hamba yang taat Karena pecinta itu sungguh taat kepada kekasihnya

 Rabiah Al-Adawiyah

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu Hingga tak ada satu pun yang menggangguku dalam jumpa-Mu Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap pintu pintu istana pun telah rapat Tuhanku, malam telah berlalu  Dan siang segera menampakkan diri  Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima  Sehingga aku merasa bahagia  Ataukah Engkau tolak  Sehingga aku merasa bersedih  Demi ke-Maha Kuasaan-Mu  Inilah yang aku akan lakukan  Selama Engkau beri aku hayat  Sekiranya Engkau usir dari depan pintu-Mu  Aku tidak akan pergi  Karena cintaku kepada-Mu telah memenuhi hatiku

 Rabiah Al-Adawiyah

Anjing tak haram










 

 

 

 

 



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

anak bungsu yang kehilangan arah

Namamu Isma