Cintakan membawamu kembali disini
Menuai rindu basuh Perih
BRANDAL LOKAJAYA
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
JIKA SYURGA TAK PERNAH ADA
OLEH MOORIE
Ups. Jangan heran dan berdecak kagum membaca untaian kalimat
di atas. Itu bukan puisi buatanku. Mana bisa seorang Hendri merangkai kata
seindah dan bermakna dalam seperti itu hehe ... Kalau aku mengatakan sebuah
nama: Chrisye dan Ahmad Dhani, aku yakin teman-teman bisa menebak rangkaian
apakah kata-kata itu. Yap ... benar sekali. Itu adalah lirik dari lagu
"Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada". Sebuah lagu karya Ahmad Dhani
yang akhir-akhir ini aku rasakan 'mengganggu' dan berbicara terus di telingaku.
Aku sebenarnya sudah agak lupa di mana pertama kali aku
dengar lagu itu. Tapi saat pertama kali saya mendengar lagu itu
dilantunkan dan musiknya menerobos indera pendengaranku, perhatianku langsung
tersita seketika. Selain karena perpaduan nada-nada yang direkonstruksi menjadi
sebuah musik yang syahdu, kemudian karena penyanyinya adalah salah satu favorit
saya: Chrisye, juga teristimewa karena kata-kata yang teringkus dalam lirik
yang mampu membuat aku merinding.
Sebuah perenungan yang menggangguku akhir-akhir ini saat aku
serius memikirkan makna lirik lagu tersebut. Seandainya memang tidak ada Surga
dan Neraka, apakah kehidupanku akan sama seperti sekarang ini?
Banyak orang saat ditanya, kenapa mereka memeluk sebuah
agama serta taat melaksanakan perintah dan ajaran dari Sang Junjungan mereka,
mayoritas akan menjawab: supaya amal kita banyak dan bekal untuk masuk ke
surga. Tidak heran ada pemikiran kalau kita hidup semakin baik dan saleh, maka
tempat kita di kehidupan abadi adalah surga. Demikian juga sebaliknya, semakin
tidak karuan hidup kita, semakin bejat tingkah laku kita, semakin jahat
perbuatan kita, maka akan diasumsikan bahwa tempat bagi kelompok ini adalah
neraka.
Bukan aku meragukan akan adanya kedua tempat tersebut. Bukan
pula aku mulai tergoda untuk menjadi Ateis dan mulai mempengaruhi teman-teman
dengan menulis posting seperti ini. BUKAN. Aku percaya kedua tempat itu ada dan
memang tersedia untuk kehidupan abadi kita semua. Tetapi akal dan logikaku
berputar-putar dan iseng menantang diriku, kalau benar seandainya Surga dan
Neraka itu memang tidak ada, apakah aku akan tetap hidup seperti saat ini?
Apakah setiap minggu aku masih tetap ke gereja? Apakah saat
makan, bangun dan mau tidur aku tetap berdoa? Apakah aku masih membaca kitab
suci, meskipun jarang? Apakah aku tetap menolak saat ada ajakan teman untuk
berbuat curang? Apakah aku tetap pada pendirianku untuk tidak ikut-ikutan
narkoba, judi, serta mabuk-mabukan? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang
berkecamuk di pikiranku yang intinya kalau diterjemahkan adalah sekelompok
perilaku yang diarahkan supaya nantinya aku bisa masuk ke Surga. Masihkah aku
hidup seperti itu.
Rabiah Al-Adawiyah
Kau bermaksiat kepada Tuhan Tetapi (kau mengungkapkan cinta Hal ini dalam ukuran sungguh mengherankan Andai cintamu benar Niscaya kau menjadi hamba yang taat Karena pecinta itu sungguh taat kepada kekasihnya
Rabiah Al-Adawiyah
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu Hingga tak ada satu pun yang menggangguku dalam jumpa-Mu Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap pintu pintu istana pun telah rapat Tuhanku, malam telah berlalu Dan siang segera menampakkan diri Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima Sehingga aku merasa bahagia Ataukah Engkau tolak Sehingga aku merasa bersedih Demi ke-Maha Kuasaan-Mu Inilah yang aku akan lakukan Selama Engkau beri aku hayat Sekiranya Engkau usir dari depan pintu-Mu Aku tidak akan pergi Karena cintaku kepada-Mu telah memenuhi hatiku
Aku akan menemanimu sampai kamu sukses. Ketika kamu sukses, aku akan pergi, oke? dari aku tak punya apa-apa dan tak seorang pun istirahatlah dengan tenang di surga nak Nenek yang menyukai kucing Pertemuan terakhir saya dengan nenek ini: Bandung 12012023 Cimahi entah sudah berapa ribu kucing yang ia isi perutnya sejak muda... .dan entah berapa ribu kucing yang akan bersaksi untuknya di penghujung hari Bahkan para bidadari pun iri padamu, Nek... kami semua berdoa untukmu. Bukankah kamu kekasihnya? Belumlah kamu menjadi seorang kekasih jika hati dan jiwamu belum dibangun bersama ilahi dari pemilik bumi? Bagaimana caramu mencintai Sang Pencipta? Sebelum Anda mencoba menggali lebih jauh dan lebih dalam untuk menemukan jawabannya, mungkin Anda bisa memulainya dengan satu hal sederhana yaitu “Dengan mencintai terlebih dahulu ciptaan-Nya” maka Anda dapat memahaminya lebih dekat Bukankah cahayanya begitu halus sehingga matamu tidak bisa menangkap sentuhannya satu...
Myname Isma Sang terkasih Hey Isma... Aku memimpikanmu seorang Dan itu rasanya kau berada dekat entah ada mana,kini aku menggila' beri tanda kehadiranmu secepatnya aku akan mencarimu.. Dengan apa pun yang kulakukan, dan dengan segala yang pernah kita lakukan
Komentar
Posting Komentar