Kutipan Hati
Aku dan mereka
Laki-laki tidak akan pernah menang melawan pertarungannya dengan titik lemah terbesarnya. Melihat perempuanmu diam bukan berarti kita tidak tau apa-apa. Sebaliknya, kitalah pengingat sejarah yang andal tentang perilaku manis maupun kesalahannya. Kapasitas kita bukan menuduh yang tidak-tidak—kitalah perempuan sebagai pengingat saja jika ada salah diantara kita berdua
garut Derisshandi
Aku milikmu
Aku milikmu
Tak mudah bagiku untuk mengungkapkan itu
Melewati batas ketidakberdayaan
Aku milikmu
Berulang-ulang kalimat itu kugaungkan
Dan aku yakin, barisan abjad cemas itu terdengar jelas olehmu
Sedalam relung tak dapat lagi menampung peluh bahasa
Sedalam jelaga malam tak mampu lagi mengurai segala kata
Namun siapalah aku
Hanyalah pejalan sunyi yang memunguti rindu dari bayangmu
Mengelus gerimis di setiap tangis
Merobek tawa di setiap lara
Masih dengan kalimat yang sama
Aku milikmu
Bersama kita meraba cinta
Meresapi rindu saat bertemu
Menyelubungi malam dalam satu pelukan
Dan berjanjilah untuk tidak berpisah dari setiap prahara dan amarah yang menjamah
Selatan Jakarta, 2023
ika yosniar
Nada Sendu
Andai semua orang menampakan kesedihannya, Barangkali tak tersisa lagi kebahagiaan didunia ini, karena setiap hati pasti menyimpan perih.
Namun nyatanya tak begitu, ada yang memilih untuk menjadi kuat tak terucap kecuali kesyukuran atas rasa sakit sekalipun.
Bukan mereka tak pernah mengeluh, mereka hanya berpura-pura untuk tetap terlihat tenang meski batin terus menuntut untuk berteriak kencang.
Namun tangis itu hanya jatuh dihadapan pemilik semesta, selebihnya senyum yang lebih sering terlihat diwajah mereka.
"Memilih untuk terus melaju melangkah, mungkin barangkali akan mengundang begitu banyak air mata
Tapi tetap berdiam diri saja juga tak akan mengubah apa-apa.
Pada ketidaktahuanlah kita harus menerbas"
19.12.2021
AKU YANG NAIF
"Kita adalah dua orang yang sama-sama gagal. Aku gagal mencintaimu seperti yang kau mau. Engkau gagal mengartikan bahasa cinta yang aku ungkapkan ...."
Aroma petrikor tak lagi menyengat kala hujan turun membasah. Mungkin karena, tanah tak lagi kering seperti kemarau, kemarin. Kusruput kopi malamku. Entahlah, malam ini mataku sulit sekali terpejam, alhasil, denting waktupun semakin terasa melambat. 'Huft! HP! Dimana kau!' Urusan kerjaan esok pagi, biarlah.
Kubuka beberapa aplikasi sosmedku. Scroll sampai bosan pun tiada yang menarik Eh Tetiba saja, jemari ini mengklik profilmu. Sedikit meragu ish lanjut tidak tak urung jua, ku teruskan saja. Tak ada yang baru sejak terakhir kali aku menyambanginya, hanya beberapa kali ganti PP, mungkin karena tidak saling mengikuti, dan semua postingannya hanya dibagikan pada teman saja. 'Eh! Apa ini!' Dengan jemari yang sedikit tremor pun dada yang berdetak kencang, aku keluar dari akun itu.
Rupanya engkau telah move-on dariku, dan ... bulan itu Bukankah itu hanya sela sebulan saja sejak kita tak lagi ada hubungan. Ya Tuhan. Secepat itu.
Ternyata benar, kita berdua tak bisa lagi bersama. Aku yang terlalu naif. Kusangka setelah kita memutuskan untuk saling instropeksi diri kala itu, engkau akhirnya dapat mengerti hati dan apa yang aku harapkan. Nyatanya, kau telah lebih dulu melangkah, jauh sekali. Lalu aku ....
Kenapa aku masih saja seperti ini, masih sesak kala mengingat dirimu, dan cemburu?! Tidak! Mungkin hanya sedikit iri. Miris sekali kau begitu mudah melupakan aku.
Ibu
Assalamualaikum
IBU hanyalah SATU
Bila dia sudah pergi dan perginya adalah pergi yang kekal maka hilanglah sudah..
Karena saat dia telah pergi yang tersisa hanyalah kerinduan yang tak berujung
Senyum nya suaranya tawanya hanya dalam ingatan
Cerita keluhan kita hanya tinggal kata dalam doa
Maka selagi dia ada berusahalah untuk membahagiakan nya
Janganlah menggores luka di hatinya
IBU adalah Ratu tanpa mahkota di kepalanya tapi telapak kaki nya adalah surga
SELAMAT HARI IBU
Untuk semua wanita di seluruh Indonesia
Semoga Allah melimpahkan rahmat Nya
medan city
Jingga Des 2023
Waktu bagian barat
Waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku di belakang aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan
Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari1982
l
Bagaimana Seorang Penyair Mengenal Sapardi dan Keranjingan Berpuisi




Komentar
Posting Komentar